Husada

KANKER

80% Perempuan dapat Deteksi Dini Kanker Payudara dan Kanker Serviks

Administrator | Rabu, 16 Oktober 2013 - 16:48:04 WIB | dibaca: 7844 pembaca

JAKARTA, Parahyangan-Post.com - Kanker Payudara dan Kanker Serviks merupakan kanker yang paling sering dijumpai pada perempuan dewasa ini. Akan tetapi deteksi dini kedua jenis kanker tersebut dapat dilakukan dengan teknologi tepat guna yang murah dan sederhana atau simple. Itulah sebabnya,  pengendalian kedua jenis kanker tersebut merupakan salah satu program prioritas Pemerintah. 

 

Demikian sambutan Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, pada acara pembukaan training of trainers deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks, di Lingkungan Kemenkes RI (3/10).

 

Menurut Menkes, dalam pengendalian kanker payudara dan kanker serviks, Pemerintah mentargetkan minimal 80% perempuan usia 30-50 tahun melakukan deteksi dini setiap 5 tahun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010, jumlah perempuan Indonesia yang berusia 30-50 tahun adalah sekitar 35 juta (35.950.765 orang). 

 

Sampai dengan tahun 2012 jumlah perempuan yang telah diskrining lebih dari 550 ribu orang (575.503 orang) dengan jumlah IVA (+) lebih dari 25 ribu orang (25.805 orang) atau 4,5%), suspek kanker leher rahim 666 (1,2 per 1000) dan suspek tumor payudara 1.289 (2,2 per 1000). Cakupan deteksi dini ini masih perlu ditingkatkan dengan kerja keras, kerja cerdas, dan inovasi  bersama seluruh lapisan masyarakat, tambah Menkes.

 

Ditambahkan program nasional deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim ini dicanangkan oleh Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono pada tanggal 21 April 2008, sekitar 5 tahun yang lalu bertepatan dengan peringatan Hari Kanker Sedunia 2008.

 

Sejak pencanangannya hingga tahun 2013, Pemerintah telah memperluas pelaksanaan deteksi dini kedua kanker tersebut ke 140 kabupaten di 31 provinsi, yang dilaksanakan oleh  500 dari 9500 Puskesmas. Saat ini, telah ada 202 pelatih atau trainers yang terdiri dari dokter spesialis obstetri ginekologi, dokter spesialis bedah onkologi, dokter spesialis bedah, dan diperkuat oleh 1.192 providers atau pelaksana program terdiri dari dokter umum dan bidan.

 

Ketidaktahuan masyarakat khususnya kaum perempuan Indonesia pada bahaya kanker payudara dan kanker serviks perlu disikapi dengan peningkatan upaya promotif-preventif. Antara lain dengan melaksanakan sosialisasi, advokasi, dan edukasi di berbagai elemen masyarakat. Edukasi akan lebih efektif jika dilakukan lebih awal, antara lain pada siswa sekolah melalui guru-guru mereka dibantu oleh para ahli. Menkes berharap agar YKI, SIKIB, Pertamina, dan POGI beserta berbagai organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi, dan BUMN dapat mendukung pelaksanaan upaya  ini.

 

Dengan dukungan seluruh lapisan masyarakat program ini diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kedua kanker tersebut tutur Menkes.

 

Data pemanfaatan Jamkesmas 2011 menunjukkan bahwa biaya rawat jalan penderita kanker adalah sebesar 8% dari total pembiayaan Jamkesmas, yaitu Rp.154,4 milyar. Upaya promotif- preventif dapat menekan terjadinya Kanker Payudara dan Kanker sehingga dapat menekan pembiayaan Jamkesmas.

 

Dengan deteksi dini menggunakan metode Clinical Breast Examination atau CBE untuk kanker payudara dan metode IVA dan papsmear untuk kanker serviks akan mempercepat penanganan kedua jenis kanker ini, sehingga prognosisnya akan lebih baik dan biaya pelayanan pengobatan juga dapat ditekan. Oleh karena itu, capaian cakupan deteksi dini dan akses masyarakat pada pelayanan deteksi dini ini perlu ditingkatkan dengan sungguh-sungguh dari waktu ke waktu. 

 

Pada kesempatan tersebut, Menkes juga menyampaikan apresiasinya kepada Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB), Pertamina, dan Perhimpunan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI) yang bersama-sama Kementerian Kesehatan menyelenggarakan Training of Trainers ini sebagai bagian dari Gerakan Nasional Peduli dan Cegah Kanker Serviks (GNPCKS).

 

Sumber tulisan/data & foto : release Depkes R.I. 










Komentar Via Website : 2
obat lemah syahwat alami
22 Januari 2014 - 08:28:22 WIB
jual obat lemah syahwt alami
http://goo.gl/R6T1rv
obat herbal kanker rahim
24 Maret 2014 - 09:58:34 WIB
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)