Profil

Rakhmawati, Ketua Bidang Pelatihan dan Pengembangan SDM Perkumpulan CREATA

14 Resto dan Hotel Jadi Proyek Percontohan Zero Waste

Administrator | Jumat, 09 September 2016 - 23:47:28 WIB | dibaca: 548 pembaca

Rakhmawati, Ketua Bidang Pelatihan dan Pengembangan SDM Perkumpulan CREATA (foto: ratman/pp)

SALAH SATU - Progam yang diangkat oleh Perkumpulan CREATA adalah ‘Zero Waste Resto’ atau restoran nol limbah, terutama di Kota Depok. Dengan pertumbuhan ekonomi Kota Depok yang semakin pesat, industri kafe dan restoran juga kian bermunculan. Animo masyarakat untuk menghabiskan waktu di luar rumah membuat restoran memegang peran penting dalam menghasilkan dan mengelola sampah.

Pada 2015, perkumpulan CREATA telah menggelar pelatihan ZWR di beberapa restoran di Kota Depok. Harapannya, pelatihan dan penelitian ini bisa menjadi pedoman awal untuk menerapkan program tersebut di lebih banyak kafe dan restoran.

Dari hasil penelitian CREATA tentang ZWR hal penting yang perlu di terapkan untuk menciptakan sebuah restoran nol limbah (ZWR) adalah dengan memperkuat sisi edukasi pentingnya menerapkan ZWR di restoran.

Bulan Juli 2016 CREATA berkoordinasi lagi dengan pihak yang terkait erat dengan ZWR diantara BLH Kota Depok dan DKP Kota Depok. Dari hasil koordinasi tersebut diharapkan menghasilkan formula yang tepat dalam menyajikan informasi lengkap, rinci dan mudah dimengerti tentang apa, bagaimana, mengapa ZWR menjadi hal penting untuk diterapkan di sebuah restoran.

Dalam salah satu sesi pertemuan dengan BLH Kota Depok dan DKP Kota Depok, Kasie Pengangkutan dan Pengelolaan Sampah Kota Depok Ahmad Hilmani mengatakan, sekitar bulan Maret 2016, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok mulai melakukan sosialisasi pemilahan sampah ke beberapa restoran di Jl. Margonda Depok berdasarkan Perda Kota Depok No.5 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah. DKP mendatangi restoran dengan membagikan langsung ember untuk menampung sampah organik.

Langkah yang telah diambil DKP merupakan pemantik untuk dapat di terapkannya program ZWR di seluruh restoran baik sakala kecil, sedang maupun besar di Kota Depok.

DKP Kota Depok menginformasikan nama resto dan hotel yang telah melakukan pemilahan sampah di sepanjang jalan Margonda, yaitu :

  1. Roti Bakar Edy
  2. Surabi Bandung
  3. Sushi Miyabi
  4. Mang Kabayan
  5. Mie Ayam Berkat
  6. Ayam Bakar Christina
  7. KFC Margonda
  8. RM Simpang Raya
  9. Pizza Hut Puri Khayangan
  10. Detos
  11. Bakso Keraton
  12. Hotel Bumi Wiyata
  13. Harvest
  14. Giant

 

Dari hasil penelusuran Tim Creata ke 12 resto yang sudah melakukan pemilahan sampah organik dan non organiknya, ditemukan beberapa fakta yang menarik. Diantaranya :
Mengenai pemilahan sampah ada yang menangkapnya dengan bentuk pemilahan sampah tiap departemen yang ada di rumah makan.
  1. Mengenai pemilahan sampah ada yang menangkapnya dengan bentuk pemilahan sampah tiap departemen yang ada di rumah makan.
  1. Ada yang sudah konsisten memilah sampah organik dan non organiknya, menggunakan kembali bahan sisa akhirnya seperti menggunakan roti sisa untuk makanan hewan ternak, menggunakan abu sisa pembakaran untuk pupuk tanaman dan sampah dari meja pengunjung pun dipilah kembali sesuai bentuknya.
  1. Ada yang bersemangat untuk melakukan pemilahan sampah organik dan non organik di dapur dan restorannya, pernah mencoba menggunakan komposter sendiri walaupun masih belum berhasil, mengembangbiakkan bakteri pengurai lemak dan kotoran dan menamainya dengan “ternak bakteri” serta sedang mengupayakan untuk mengumpulkan daun-daun kering dari taman juga diikutkan dalam sampah organik yang diambil oleh DKP Kota Depok.
  1. Ada yang menghasilkan banyak sekali sampah organik, tapi karena hanya mendapatkan jatah ember organik hanya 2 buah maka belum dapat melakukan pemilahan dengan konsisten.

 

Jika dibandingkan dengan jumlah restoran yang ada di Kota Depok maka angka rumah makan yang menerapkan pemilahan sampah masih sangat sedikit. Diperlukan upaya yang lebih keras untuk meyakinkan seluruh restoran dan elemen masyarakat di Depok untuk menerapkan ZWR.

 

Dari hasil kunjungan yang dilakukan Tim CREATA ke 12 resto dan hotel tersebut maka untuk sementara dapat disimpulkan bahwa untuk pemilahan sampah di restoran/hotel sangat diperlukan beberapa hal berikut ini :

  1. Edukasi tentang manfaat pemilahan sampah dan penggunaan barang yang dapat digunakan kembali dan di daur ulang.
  2. Kesadaran pentinganya pemilahan sampah di hotel/restoran dari semua lini organisasi di hotel/restoran, yaitu mulai dari Top Manajemen hingga karyawan yang terjun langsung setiap harinya melakukan pemilahan.
  3. Pentingnya menjaga komitmen dan konsistensi restoran dari semua lini organisasi di hotel/restoran dalam menjalankan pemilahan sampah
  4. Pentingnya edukasi kepada konsumen untuk mengurangi penggunaan alat makan sekali pakai seperti plastik, stereofoam, kardus, kertas dsb
  5. Pentingnya sinergi antara semua pihak yang terkait dengan Zero Waste Restoran. Creata sebagai pengusung gagasan Zero Waste Restoran sangat penting untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan BLH Kota Depok, DKP Kota Depok, Dinkes Kota Depok dan pihak lain yang memiliki visi dan misi yang sama dalam mengurangi produksi sampah dan menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan anak cucu kita.

Pada akhirnya Zero Waste Retoran bukan hanya PR besar untuk hotel/restoran semata tetapi menjadi suatu pilihan gaya hidup yang dapat dijalankan oleh semua elemen masyarakat.

Pastikan sebelum memesan makanan di sebuah hotel/resto tanyakanlah “Apakah hotel/resto ini sudah memilah sampah?” Apabila belum, kita punya pilihan lebih baik yaitu memilih restoran yang sudah melakukan pemilahan sampah dan menerapkan konsep Zewro Waste Restoran. Kalau bukan diri sendiri yang mulai, siapa lagi


(ratman/pp/sumber ; Cerata.or.id/http://www.creata.or.id/14-resto-dan-hotel-jadi-proyek-percontohan-zero-waste)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)