Seni Budaya

Apresiasi Budaya Nusantara

PKP JIS Gelar “PKP Fashion Carnival” yang ke 3

Administrator | Rabu, 27 November 2019 - 08:19:44 WIB | dibaca: 190 pembaca

Jakarta, parahyangan-post.com-Lembaga Pendidikan Pondok Karya Pembangunan (PKP)  JIS menggelar “PKP Fashion Show Carnival” di lingkungan sekolah yang berlokasi di Jl. Raya PKP, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur. Hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah  SMA PKP JIS Drs. Yayat W. Herianto, MM, via rilis yang diterima parahyangan-post. com, Selasa 26/11.

“Acara akan berlangsung Kamis 28/11, dimulai pagi, sekitar jam 08.00 wib sampai selesai,” tutur Yayat.

Dikatakan Yayat, kegiatan diselenggarakan sebagai  bagian dari upaya meningkatkan kreativitas dan kecintaan generasi muda, khususnya pelajar kepada budaya Bangsa.

“PKP Fashion Carnival (PFC) ini adalah  yang ke-3. Acara ini diinspirasi oleh event Jember Fashion Carnival (JFC) dan Etno Fashion Carnaval Banyuwangi,” tambahnya.

PKP Fashion Carnival dikemas menarik dengan menampilkan beragam pesona budaya nusantara, diantaranya peragaan busana, pertunjukan seni budaya dan kuliner khas Indonesia.

Sebelumnya, Senin tanggal 11 November 2019 SMA PKP JIS juga mengelar “Apresiasi Sastra dan Literasi SMA JIS 2019”. Dalam kegiatan tersebut hadir memberikan pencerahan sastrawan/seniman nasional yang cukup terkenal, yaitu penyair Joserizal Manua dan Hasan Aspahani.

Apresiasi Sastra itu diikuti  siswa-siswi PKP JIS dan sekolah luar, berjumlah sekitar 300 orang. Selain pembacaan puisi oleh Joserizal Manua dan musikalisasi puisi serta dialog seni oleh Hasan Aspahani, acara juga dimeriahkan penampilan Denting. Denting adalah  pemenang pertama musikaliasi puisi yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, tahun ini.

Menurut Yayat, penampilan kegiatan kesenian di sekolahnya adalah salah satu cara pendekatan agar siswa dapat memahami pelajaran dengan baik.

“Jadi seni itu  sebagai pendekatan kita mengenalkan sesuatu kepada siswa. Sedangkan substansi materinya adalah pendidikan. Kalau kita lihat sejarah, dulu Wali Songo juga menggunakan seni sebagai media (alat) dakwahnya,” tambah Yayat.*** (aboe)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)