Agama

RESENSI BUKU :

Inilah Kesesatan Aqidah Syiah

Administrator | Sabtu, 07 September 2013 - 12:42:01 WIB | dibaca: 3038 pembaca

RESENSI BUKU :

Min ‘Aqaidah Syi’ah 

Judul Buku :
Inilah Kesesatan Aqidah Syiáh 


Penulis :
Syaikh Abdullah bin Muhammad as-Salafi 


Penerjemah :
Abu Salam 


Muraja’ah :
Abu Qudamah 


Editor :
Abu Fauzan 


Design Sampul :
Yudiazka 


Penerbit :
Jaringan Pembelaan Sunnah 



PERKEMBANGAN SYI”AH
– Di Indonesia cukup mengkhawatirkan, banyak kalangan Ahlus Sunnah yang tertipu. Hal itu disebabkan ummat Islam yang tidak mengerti hakikat Syari’ah. Mereka selalu mengatasnamakan pengikut Ahlul Bait, padahal ajaran mereka bertentangan dengan ajaran Rasulullah.


Penganut Syi”ah di Indonesia adalah Syi’äh Imamiyah Itsna Asyariyah Ja`fariyah (Syi`ah 12 imam yang mengadopsi fiqih Ja`fari).


Sementara itu pada halaman 71 dijelaskan sisi perbedaan antara Syiah dan Ahlus Sunnah. Nidzamuddin Muhammad al-A`zahmi mengatakan dalam kata pengantar bukunya Syiah dan Mut`ah. “Perbedaan antara kita (Ahlus Sunnah) dan mereka (Syiah) tidak hanya berpusat pada perbedaan masalah fiqih yang sifatnya furu`iyah saja, seperti masalah nikah mut`ah, sekali lagi tidak. Pada hakekatnya perbedaan terjadi dalam permasalahan yang sangat mendasar sekali. Perbedaan dalam segi aqidah, yang mana perbedaan ini bisa dilihat sebagai berikut :

 


Pertama :

Orang-orang Syiah mengatakan bahwa al-Quran mengalami pengubahan dan pengurangan, sedangkan kita mengatakan bahwa al-Quran adalah Kalamullah yang sempurna tidak ada pengurangan, tidak pernah dan tidak ada penggantian, dan pengurangan atau perubahan sampai Hari Kiamat.

Sebagaimana Firman Alloh SWT , yang artinya : “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Quran dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” (QS : Al-Hijr : 9)


Kedua :

Orang-orang Syiah mengatakan bahwa para sahabat Nabi murtad setelah wafatnya Rasulullah, kecuali sedikit saja dari mereka. Mereka mengkhianati amanah dan agama, khusunya tiga khalifah, yaitu : Abu Bakar, Umar dan Usman. Karena itu, tiga sahabar Nabi ini dianggap orang-orang yang paling besar kekafiran dan kesesatannya. Sedangkan kami (Ahlus Sunnah) mengatakan bahwa para sahabat Rasulullah adalah sebaik-baik manusia setelah para Nabi, mereka orang-orang adil, tidak pernah dengan sengaja membuat kedustaan kepada Nabi, dan dapat dipercaya dalam meriwayatkan hadist dari Nabi.


Ketiga :

Orang Syiah mengatakan, para imam mereka yang jumlahnya 12 adalah ma`shum, dijaga dari kesalehan, mengetahui yang ghaib, mengetahui segala ilmu yang datang kepada para malaikat, para Nabi dan Rasul, mengetahui sesuatu yang sudah berlalu, yang akan tiba, tak ada sedikitpun yang samar bagi mereka, dan memahami semua bahasa yang ada di dunia ini, serta bumi ini diciptakan untuk mereka.


Sedangkan kami (Ahlus Sunnah) mengatakan, bahwa mereka manusia biasa, sebagaimana yang lain tidak ada perbedaan. Sebagian mereka ada yang ahli Fiqih, ulama, dan khalifah. Kami tidak menisbatkan kepada mereka sesutau apapun yang tidak pernah mereka dakwakan bagi diri mereka, karena mereka sendiri mencegah hal itu dan berlepas diri darinya. 


Apa dan bagaimana kesesatan Syiah dijelaskan dalam buku ini. Penulis buku ini mampu menyingkap pokok-pokok ajaran Syiah dari sumber aslinya. Karena itu sangatlah penting bagi umat Islam untuk mengetahuinya agar dapat terhindar dari kesesatannya. (ratman/pp)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)