Ekbis

Oesman Sapta Odang, Ketum HKTI : Penyerangan Terhadap Buruh Tindakan Biadab!

‘Hapus Upah Murah, Beri Buruh Upah Wajar’

Administrator | Senin, 04 November 2013 - 07:50:58 WIB | dibaca: 9392 pembaca

JAKARTA, Parahyangan-Post.com - Sudah saatnya pemerintah dan pengusaha menghapus paradigma upah murah bagi para pekerjanya. Buruh berhak memperoleh upah yang wajar agar taraf hidupnya bisa lebih baik. Sebagai bagian dari rakyat Indonesia, buruh juga berhak hidup sejahtera seperti diamanatkan UUD 1945.

 

“Perjuangan buruh dalam aksi-aksinya adalah suatu hal yang wajar. Saya sangat prihatin atas terjadinya korban dari kalangan buruh ketika melakukan aksi unjuk rasa. Saya minta polisi mengusut tuntas. Seret pelaku dan aktor intelektualnya ke ranah hukum. Khusus aktor intelektualnya, harus dijatuhi hukuman yang berat,” kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rizal Ramli.

 

Calon presiden paling reformis versi Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) itu juga mendesak pemerintah seharusnya menjadi mediator bagi buruh dan pengusaha dalam menyelesaikan persoalannya.  Untuk itu, pemerintah harus memahami latar belakang tuntutan buruh. Para pekerja itu didesak tingginya harga bahan pangan, mahalnya transportasi publik, dan jauhnya tempat tinggal mereka dengan lokasi pabrik.

 

“Kalau pemerintah dan pengusaha bisa meyelesaikan tiga persoalan dasar ini, tentu buruh tidak akan menuntut macam-macam. Pekerja juga lebih berkonsentrasi meningkatkan produktivitasnya. Dengan begitu pengusaha dan buruh sama-sama diuntungkan. Pada gilirannya kondisi ini akan mengantarkan Indonesia bisa menjadi negara yang disegani di Asia,” paparnya.

 

Kunjungi buruh di rumah sakit

 

Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Oesman Sapta Odang, menyatakan aksi para preman yang melukai buruh ini pasti ada yang menggerakkan dan membayar. Perbuatan ini benar-benar biadab. Seperti halnya Rizal Ramli, dia juga mendesak polisi segera menuntaskan masalah ini agar buruh mendapat perlakuan adil.

 

Tokoh nasional yang akrab disapa OSO itu mengunjungi tiga buruh yang dirawat di kamar terpisah. Dia juga berbicara dan menguatkan kesabaran keluarga korban yang menunggu di rumah sakit. Pada aksi  buruh 1 November silam, sedikirnya 28 buruh terluka akibat aksi para preman, 17 di antarnya dirawat di rumah sakit. Dari jumlah itu,  3 buruh dalam kondisi kritis. Buat Oesman, kunjungannya bersama sejumlah anggota Kadin dan HKTI adalah bentuk empati dan solidaritasnya kepada kaum buruh yang selama ini nasibnya belum beruntung.

 

Tentang upah Rp2,4 juta yang baru saja ditetapkan Gubernur DKI,  anggota formatur Kadin hasil Munas VII 21-23 Oktober silam itu menyatakan jumlah tersebut sama sekali tidak cukup untuk hidup buruh dan keluarganya. Dalam hitungannya, paling tidak buruh berhak menerima Rp3 juta tiap bulan.

 

“Tentu saja Rp3 juta, tidak bisa dipukul rata, tapi harus disesuaikan dengan jenis dan sifatnya industrinya. Tidak mungkin buruh pabrik tahu-tempe digaji Rp3 juta. Tapi para buruh yang kini berjuang kan para pekerja perusahaan-perusahaan besar. Jadi, wajar kalau mereka menuntut upah yang layak. Mungkin Jokowi tidak mendapat informasi yang lengkap soal ini, sehingga dia memutuskan Rp2,4 juta. Mungkin Jokowi sedang khilaf,”ujarnya kepada wartawan, ketika menjenguk buruh korban aksi preman di RS Hosana Medical, Cikarang, Jabar, Ahad (3/11).

 

Pengusaha hitam

 

Oesman juga menilai pernyataan yang disampaikan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), bahwa kalau upah buruh tinggi banyak penghusaha yang hengkang sebagai ancaman kosong. Menurut dia,  ancaman itu sengaja dihembuskan Apindo, agar mereka bisa tetap membayar buruh dengan murah.

 

“Tunjukkan kepada saya, lima saja perusahaan besar yang akan hengkang kalau buruh kita bayar secara wajar. Lima perusahaan besar ya, bukan perusahaan-perusahaan jadi-jadian yang sengaja dibentuk untuk menekan pemerintah. Trik seperti ini biasa dimainkan para pengusaha hitam.  Ada asosiasi yang memang kerjanya begini,” tukasnya.

 

Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhammad Said Iqbal yang mendampingi OSO mengatakan, tidak buruh yang kini dirawat di RS Hosana dalam kondisi kritis. Bahkan satu di antaranya mengalami luka sangat serius di bagian kepala karena dibacok preman. Dua lainnya juga masih tidak sadarkan diri. Bahkan satu di antaranya masih sering muntah darah setiap enam jam sekali.

 

“Ini pembunuhan terencana. Para pengusaha hitam itu bukan lagi melawan gerakan buruh. Mereka menggunakan preman untuk menumpas buruh. Teman buruh yang kritis itu sekarang tempurung kepalanya diangkat, dan diganti dengan kulit dari paha. Di bagian kepalanya juga harus ditanam titanium. Menurut dokter, biayanya sekitar Rp400 juta,” ungkap Iqbal.

 

Kesan adanya pihak-pihak tertentu di belakang penyerangan preman terhadap buruh juga tampak dari sikap rumah sakit terhadap rombongan Kadin dan HKTI. Petugas berusaha dengan keras menutup akses rombongan terhadap pasien. Mereka khawatir wartawan akan memberitakan secara luas kondisi para pasien yang kritis. Kendati sudah melakukan negosiasi alot,  bahkan OSO pun tidak diizinkan menjenguk pasien yang kritis. (ratman/rls/pp*)










Komentar Via Website : 4
Obat Herbal Parkinson Ampuh
14 Desember 2013 - 09:34:10 WIB
Ane Mau Baca Artikelnya Gan, Boleh Gak Nih??
Soalnya Artikelnya Menarik :)
Lewat Mampir Nih Katanya:
http://goo.gl/Bjo4IE
obat lemah syahwat alami
22 Januari 2014 - 08:25:15 WIB
jual obat lemah syahwt alami
http://goo.gl/R6T1rv
obat herbal hepatitis a
22 Maret 2014 - 10:46:07 WIB
terimakasih banyak, informasinya bermanfaat. http://goo.gl/s0YYSn http://goo.gl/mPl2OW
obat herbal kanker rahim
24 Maret 2014 - 09:27:15 WIB
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)